Tugas UAT Sistem Informasi Manajemen (SIM)

UJIAN AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Mata Kuliah  : Sistem Informasi Manajemen

Dosen              : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

Nama              : Tjedahwati

NRP                : P056163871.55

 

  1. Pilihlah studi kasus pada chapter.1 yang terdapat pada buku “Management Information System” Edisi 10 karangan O’Brien dan Marakas, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada studi kasus tersebut!

Jawab:

Studi Kasus  2: The New York Times and Boston Scientific: Two Different Ways of Innovating with Information Technology

  1. Perusahaan The New York Times memilih menyebarkan inovasi mereka sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis lain. Apa maksudnya dan apa keuntungan yang didapat dari inovasi tersebut? Apakah terdapat ketidak-untungan pada inovasi tersebut?

Pemberi layanan memiliki peran untuk mempercepat masuknya unit bisnis (bisnis koran, stasiun radio, dan situs web) ke platform yang baru. Adapun cara yang dilakukan untuk mempercepat unit bisnis tersebut masuk ke platform yang baru yaitu dengan mengidentifikasi kesempatan atau peluang, membuat konsep yang tepat dan merealisasikannya, serta mengembangkan ide dasar. Keuntungan pemberi layanan yaitu mereka bekerja dalam sebuah kerangka pekerjaan yang umum berdasarkan pada ide umum, pengembangan, dan penyebaran bisnis secara keseluruhan.

Perusahaan The New York Times membuat software Times Widget”, yaitu sebuah software yang berfungsi untuk membuat platform-widget. The new York Times juga meluncurkan “Times Wire”, yaitu sebuah software yang dapat dikustomisasi sendiri secara langsung untuk antarmuka bagi konten online. Pembuatan software tersebut untuk menyelesaikan masalah yang spesifik dan memikirkan mau dibawa kemana bisnis tersebut dijalankan. Pembuatan software difokuskan untuk meningkatkan pendapatan, memotong biaya operasi, dan meningkatkan efisiensi pada proses pengembangan dan automasi.

Perusahaan The New York Timse juga bekerja sama dengan Netflix untuk membuat “Map”. Map merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, Film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Perusahaan The New York Times memfokuskan untuk melakukan percobaan dengan berbagai macam inisisasi yang berbeda.

  1. Boston Scientific menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keterbukaan dan berbagi keamanan yang dibutuhkan untuk mengakses informasi. Bagaimana penggunaan teknologi memberikan perusahaan untuk mencapai kedua objektivitas tersebut pada waktu bersamaan? Perubahan budaya apa yang dibutuhkan agar hal tersebut dapat terjadi? Apakah hal tersebut lebih penting dari pada isu teknologi lainnya? Kembangkan beberapa contoh untuk menyeimbangkan jawaban Anda!

Boston Scientific ingin menghilangkan hambatan yang menyulitkan pengembang produk dari mengakses sumberdaya yang akan digunakan untuk menciptakan produk baru seperti peralatan kesehatan dengan lebih cepat. Namun membuat data menjadi mudah diakses membuat pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah mencuri informasi yang bernilai jutaan bahkan ratusan juta dolar. Maka dari itu Boston Scientific mencari sebuah software yang memberikan komunitas teknik untuk dapat menyebarkan pengetahuan secara lebih luas, sementara itu dengan tetap mengatur akses terhadap data pengembangan produk.

Machine’s Goldfire software merupakan software yang menyediakan campuran yang tepat akan keterbukaan dan keamanan data. Software ini mengkombinasikan data internal perusahaan dengan informasi yang berasal dari publik atau kalangan umum. Peneliti dapat menggunakan software tersebut untuk mencari keterhubungan antar sumberdaya yang berbeda, sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan ide akan produk baru, serta memulai untuk belajar akan kemungkinan yang akan terjadi. Tujuan dari pembuatan software  ini adalah agar peneliti dapat mengakses penelitian dari peneliti lainnya.

Perubahan budaya yang terjadi adalah ketika peneliti tersebut harus mau berbagi informasi  untuk pengembangan produk di masing-masing perusahaan. Peneliti dengan mudah mencari atau mengakses data dari projek sebelumnya, dimana pada saat belum menggunakan software tersebut akses terhadap data tidak mungkin. Perusahaan harus mendidik orang-orang bahwa perusahaan tidak seluruhnya memberikan akses data (dengan mengabaikan sistem keamanan), namun perusahaan hanya membuat pengetahuan yang bernilai menjadi dapat diakses (tersedia) bagi organisasi. Orang-orang yang menggunakan data tersebut akan saling menghargai satu sama lain.

Isu perusahaan The New York Timse  maupun Boston Scientific merupakan isu yang penting. Dimana kedua perusahaan ini melakukan inovasi dalam bidang sistem informasi dan teknologi informasi agar masing-masing perusahaan dapat berubah ke arah yang lebih baik. Perusahaan The New York Times yang harus menghadapi perubahan pada bacaan digital (bukan berupa koran atau majalah) melakukan inovasi sebagai pemberi layanan bagi unit bisnis tertentu. Sementara Boston Scientific yang melakukan inovasi terhadap keterbukaan dan keamanan data bagi organisasi.

  1. Map penyewaan video yang dikembangkan oleh perusahaan The New York Times dan Netflix menyajikan popularitas film pada berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Bagaiman Netflix menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan bisnisnya? Apakah perusahaan lain dapat mengambil keuntungan dari data tersebut?Sajikan beberapa contohnya!

Map yang diluncurkan oleh The New York Times merupakan basis data grafik yang memuat berbagai macam film, mulai dari film yang disukai dan tidak disukai oleh kritikus, film yang sudah diurutkan secra alfabet, dan film yang paling banyak disewa. Map tersebut juga menunjukan trend dalam pemilihan film pada masing-masing negara bagian. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh Netflix untuk menayangkan film yang tepat pada negara bagian yang berbeda. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi Netflix.

Perusahaan lain yang sejenis dengan Netflix dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Perusahaan lain dapat melihat trend dalam pemilihan film dan membuat rencana strategi berdasarkan trend tersebut. Perusahaan lain namun tidak sejenis Netflix juga dapat mengambil keuntungan dari data tersebut. Misalnya perusahaan souvenir dapat menggunakan data tersebut untuk melihat film apa yang sedang populer, kemudian membuat souvenir dari film tersebut dan dipasarkan pada negara bagian yang paling potensial terhadap film tersebut.

  1. Buatlah Ringkasan dan review atas buku O’brien dan Marakas chapter 9 tentang E-Commerce. Lakukan observasi pada situs situs: www.amazon.com ; www.1800flowers.com (Berikanlah ulasan kritis atas penerapan E-Commerce pada sistus tersebut, pilih salah satu). Hal yang sama dapat anda lakukan pada salah satu situs www.bukalapak.com ; www.lazada.co.id ; www.tokopedia.com ; www.traveloka.com ; www.blibli.com . Jadikanlah ulasan kritis anda tersebut sebagai lampiran dari ringkasan dan review atas chapter tentang E Commerce tersebut.

Jawab:

Ringkasan Chapter 9

E-Commerce adalah mengubah bentuk kompetisi, bentuk tindakan, dan perampingan interaksi, produk, dan pembayaran dari pelanggan ke pelanggan dan dari perusahaan ke pemasok. Proses utama dalam sistem E-Commerce (terhadap produk dan jasa) yaitu pengembangan→ pemasaran→penjualan→pengiriman→pelayanan→pembayaran. Beberapa faktor kunci dan kebutuhan dalam keberhasilan E-Commerce yaitu nilai dan pilihan, kinerja dan pelayanan, tampilan dan suasana, iklan dan insentif, daya tarik personal, hubungan komunitas, serta keamanan dan keandalan.

Terdapat beberapa kategori E-Commerce yaitu business to consumer (B2C), business to business (B2B), dan consumer to consumer (C2C). Business to consumer artinya bisnis harus mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual barang dan jasa bagi konsumen. Misalnya banyak perusahaan menawarkan E-Commerce situs web yang menyediakan virtual etalase dan katalog multimedia, proses pemesanan yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan dukungan pelanggan online. Business to business artinya interaksi perdagangan antar perusahaan, misalnya penyediaan internet dan extranet. Consumer to consumer artinya konsumen dapat membeli dan menjual produk dan jasa antar sesama konsumen.

            Lingkup  E-Commerce:

ecommerce

Sumber: dennislouis.blogspot.com

Teknologi E-Commerce

ecommerce2

Sumber: dennislouis.blogspot.com

            Ulasan kritis Amazon.com

                                    Amazon didirikan oleh Jeff Bezos di Seattle, Washington, Amerika Serikat pada tahun 1994. Tahun 1995 Amazon membuka situs e-commerce yaitu menjual barang melalui internet. Amazon memanfaatkan teknologi internet untuk membangun customer database dan berkomunikasi dengan para pelanggannya. Situs e-commerce Amazon menjual berbagai produk antara lain: amazon booksurge, amazon EBS, amazon EC2, amazon elastis map redius,amazon fresh, amazon kindle,dan produk lainnya.

Strategi e-commerce dari Amazon adalah fokus pada usaha-usaha pengembangan inovasi dengan menciptakan dan memantapkan kemampuan software yang dimiliki dengan cara membeli lisensi atau dengan cara memperoleh teknologi pengembangan aplikasi-aplikasi lain secara komersial jika dibutuhkan. Strategi pemasaran amazon didesain untuk meningkatkan traffic kunjungan pelanggan ke website perusahaan untuk dapat mendongkrak repeat buying pelanggan dan membangun brand awareness dari produk beserta jasa yang tersedia, serta dapat memperkuat nama Amazon.

            Tampilan halaman depan amazon.com

amazon

            Sumber: amazon.com

            Ulasan kritis bukalapak.com

Bukalapak.com merupakan contoh penerapan e-commerce marketplace di Indonesia yang memiliki stakeholders antara lain : Karyawan bukalapak.com, Lateral Partners (Bank penyedia jasa pembayaran dan Maskapai pengiriman barang ke konsumen), dan Pelapak dan Pembeli (user dari bukalapak.com). Teknologi komunikasi yang digunakan bukalapak.com yaitu web, SMS, e-mail, telepon dan media sosial.

Pada web bukalapak.com terdapat beragam kegiatan seperti cara pemesanan barang- barang tertentu, promosi terjadi khususnya pada saat hari-hari tertentu dengan pemberian potongan harga atau gratis ongkos kirim, cara pembayaran dengan berbagai bank, pemasaran dari produk-produk dari pelapak, dan rekruitmen untuk pelapak dan pembeli dengan membuat account terlebih dahulu. SMS di bukalapak.com dipakai untuk memberikan notifikasi kepada pelapak setiap ada pesanan. E-mail digunakan untuk membuat akun pertama saat mendaftar, pengaduan, memberi masukan serta saran dan brosur distribusi. Telepon digunakan untuk customer service.  Media sosial yang digunakan berupa facebook, twitter, instagram, dan aplikasi pada android. Bukalapak.com menggunakan media sosial untuk aktivitas promosi dan konsultasi.

Jaringan yang digunakan di bukalapak.com antara lain intranet, extranet, dan internet. Jaringan intranet bukalapak.com digunakan oleh kantor pusatnya di Plaza City View, Lt. 1-2, Jalan Kemang Timur No. 22, Pasar Minggu, Pejaten Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penggunaan intranet bukalapak.com difokuskan pada fungsi website dan mobile application maintenance. Jaringan extranet digunakan bagi para pengunjung untuk log-in menjadi user dari bukalapak.com. Dimana para user memiliki beberapa fasilitas untuk mengakses sebagian database bukalapak.com. Jaringan internet bisa diakses oleh siapa pun, baik pelapak, pembeli, kompetitor atau pun orang yang ingin mengetahui informasi mengenai bukalapak.com.

            Tampilan halaman depan bukalapak.com

bukalapak

Sumber: bukalapak.com

  1. Jelaskan bagaimana pengembangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan insourcing atau outsourcing di perusahaan dapat dilakukan ! Jelaskan pula halhal yang mempengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sistem tersebut!

Jawab:

Pengembangan dan penerapan sistem informasi manajemen dengan pendekatan insourcing artinya pengembangan dan pendekan sistem informasi tersebut dilakukan oleh pihak internal perusahaan yaitu pegawai perusahaan yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Pemilihan pihak internal untuk hal tersebut karena merekalah orang yang paling tahu dan mengerti akan kebutuhan perusahan. Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan sistem informasi, namun terbatas dari sisi biaya. Hal ini dikarenakan biaya untuk pengembangan sistem informasi cukup mahal jika harus membeli dari pihak lain.

Pengembangan dan penerapan sistem informasi dengan pendekatan outsourcing artinya pengembangan dan penerapan sistem informasi tersebut diserahkan kapada pihak lain yang lebih kompeten dibidang tersebut dan bukan dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Efisiensi sumberdaya merupakan faktor utama yang mendorong pendekatan ini. Pendekatan outsourcing biasanya diterapakan pada perusahaan yang kurang memiliki sumberdaya manusia untuk pengembangan sistem, namun memiliki dana yang cukup untuk membeli sistem dari pihak lain di luar perusahaan.

Pengembangan system dengan pendekatan insourcing /outsourcing bisa sukses apabila:
Insourcing Outsourcing
§ Perusahaan memiliki sumberdaya manusia yang memadai untuk pengembangan system informasi.

§ Keandalan sistem dalam menyelesaikan masalah

§ Pemahaman kebutuhan sistem perusahaan

§ Sustainability dan Maintainability dari suatu sistem

§ Perusahaan melakukan audit secara berkala kepada divisi IT yang bertanggung jawab atas pengembangan sistem informasi.

§  Perusahaan dapat memilih vendor yang tepat.

§  Perusahaan mampu menyampaikan kebutuhan sistem yang diperlukan.

§  Pengembangan system terdokumentasi dengan lengkap dan jelas.

§  Terdapat jangka waktu pengerjaan yang jelas.

§  Terdapat kontrak yang jelas antara perusahaan dengan vendor yang dipilih oleh perusahaan.

 

  1. Mantainaibility merupakan salah satu karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu Jelaskan urgensi mantainaibility ini dalam konteks implementasi suatu sistem informasi di organisasi?

Jawab:

Karakteristik dari berkualitas tidaknya suatu sistem informasi dapat dilihat dari functionality, reability, usability, efficiency, maintainability, dan portability. Maintainability merupakan kemampuan sisitem informasi untuk dimodifikasi. Modifikasi tersebut meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional. Maintainability  sering disebut sebagai pemeliharaan sistem.

Sistem informasi yang dikembangkan walaupun sudah melalui tahap pengujian dan evaluasi biasanya selalu saja ada kekurangan seperti bugs, kondisi eror, dan sebagainya. Sistem informasi yang baik harus bisa diperbaiki dan dikembangkan, pengembangan dan implementasi sistem informasi harus didokumentasikan dengan jelas. Kode dan alur pemrograman harus dapat dimengerti oleh programmer, sehingga jika akan dilakukan perbaikan atau penambahan fungsi, pengembangan tidak harus mengubah kode pemrograman secara keseluruhan. Selain dokumentasi, perlu dilakukan back up pada berbagai media penyimpanan. Back up  dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal buruk seperti kerusakan komputer atau perangkat lainnya yang terkait dengan penggunaan sistem informasi.

Pemeliharaan sistem dilakukan untuk beberapa alasan yaitu memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran sistem, dan meningkatkan sistem. Penggunaan sistem mengungkapkan kesalah (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diperbaiki. Perubahan-perubahan sebagai akibat berlalunya waktu mengharuskan modifikasi dalam rancangan atau sisitem informasi. Saat manajer memnggunakan sistem, mereka melihat cara-cara membuat peningkatan. Saran-saran tersebut kemudian diteruskan kepada spesialis informasi yang memodifikasi sistem sesuai saran tersebut.

Maintainability menjadi penting karena beberapa alasan. Pertama tidak mudah untuk mengganti sistem yang digunakan oleh suatu organisasi. Kedua pergantian sistem akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Terkahir diperlukan adapatasi untuk menggunakan sistem yang baru.

  1. Jelaskan pula bagaimana konversi sistem informasi dari sistem informasi yang lama ke sistem informasi yang baru dapat dilakukan ?

Jawab:

Konversi sistem merupakan suatu tahapan yang digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka mengganti sistem yang lama. Konversi sistem dapat pula diartikan sebagai sebuah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Terdapat beberapa metode untuk mengkonversi sistem yaitu konversi langsung, konversi paralel, konversi bertahan, dan konversi pilot.

Konversi langsung (Direct Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantinya dengan sistem baru. Cara ini merupakan metode konversi paling beresiko, namun murah. Konversi langsung merupakan pengimplementasian sistem baru dan pemutusan sistem lama, sering disebut pendekatan Cold Turkey. Apabila sudah dilakukan, tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama. Metode ini bermanfaat apabila: (1)sistem tersebut tidak mengganti sistem lain, (2)sistem yang lama sudah tidak bernilai, (3)sistem yang baru bersifat kecil, sederhana, ataupun keduanya, serta (4)rancangan sistem yang baru berbeda dengan sistem lama, dan perbandingan antara kedua sistem tersebut tidak berarti.

Konversi paralel (Parallel Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan menjalankan sistem lama dan sistem baru secara bersamaan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru sudah dapat diterima, maka sistem lama akan segera dihentikan. Cara ini merupakan pendekatan yang aman, namun mahal. Hal tersebut karena pemakai menggunakan dua sistem sekaligus.

Konversi bertahap (Phase-In Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan mengganti suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru, sehingga apabila terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti dengan yang lama. Sementara, apabila tidak ada masalah, bagian yang baru akan dipasang kembali untuk menggantikan bagian yang lama tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan dengan sistem yang baru. Sistem baru akan diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti sistem lama, maka dari itu sistem harus tersegmentasi. Kelebihan metodi konversi ini yaitu kecepatan perubahan dalam organisasi tertentu dapat diminimalisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang luas. Kelemahan metode konversi ini yaitu perlunya dana untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem yang lama, daya terpan yang terbatas, dan terjai kemunduran semangat organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.

Konversi pilot (Pilot Conversion) merupakan konversi yang dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlukan sebagai pelopor. Jika konversi ini berhasil maka akan diperluas ke tempat lain. Metode ini merupakan metode yang memiliki resiko dan biaya rendah, karena hanya sebagian dari organisasi yang mencoba mengembangkan sistem baru. Perbedaan dengan konversi bertahap yaitu pada konversi bertahap sistemnya yang mengalami segmentasi, sementara pada konversi pilot organisasinya yang tersegmentasi. Metode ini cocok apabila sistem baru melibatkan prsedur baru dan telah terjadi perubahan drastis pada pernagkat lunaknya. Beberapa fungsi dari konversi pilot yaitu sebagai tempat pengujian, dan melatih pemakai seluruh organisasi dalam menhadapi lingkungan secara langsung sebelum sistem tersebut diterapkan dalam organisasi itu sendiri.

Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Electronic commerce fundamentals. dennislouis.blogspot.com [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

O’Brien, A. J. and Marakas, G. 2011. Management Information Systems. New York: McGraw-Hill

Website Amazon. www.amazon.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]

Website Bukalapak. www.bukalapak.com. [Diakses pada tanggal 30 Maret 2016]